Rabu, 24 Mei 2017

Bahan-bahan Di Sekitar Kita yang Ampuh untuk Mengobati Sariawan


Sariawan biasanya menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi serta langit-langit dalam rongga mulut sehingga membuat makan dan menyikat gigi menjadi sangat tidak menyenangkan. 

Sariawan juga menjadi penanda bahwa tubuh Anda sedang dalam keadaan tidak sehat. Umumnya penyakit sembelit, tingginya asam lambung, kurang gizi maupun hormon yang tidak seimbang ditandai dengan timbulnya sariawan. 

Sariawan juga dapat disebabkan karena keseringan merokok, stres atau tidak pintar menjaga kebersihan mulut. Biasanya seseorang mengalami sariawan selama satu atau dua minggu.


Menurut Ayuveda – tradisi perawatan yang dipraktikan di India selama 5.000 tahun, sariawan merupakan tanda tubuh kekurangan vitamin B12. 

Hindari konsumsi gula berlebih dan makanan lain yang mengandung asam tinggi, seperti buah citrus, tomat dan juga nanas. Makanan tersebut hanya membuat sariawan yang Anda derita semakin parah saja. 

Untuk mengobati sariawan yang tak kunjung sembuh, Anda hanya memerlukan satu dari beberapa bahan di bawah ini. 

Baking soda
Baking soda mengandung alkalin yang dapat menetralisir asam di dalam mulut. Baking soda mampu menbunuh bakteri penyebab sariawan sekaligus menyembuhkan luka akibat sariawan. Kandungan alkalin di dalam baking soda juga berfungsi sebagai pereda. Cara menggunakannya sangat mudah, cukup campur satu sendok teh baking soda dengan setengah cangkir air. Aduh hingga merata dan kumur selama beebrapa saat. Lakukan dua kali sehari agar hasilnya maksimal. 

Daun tulsi/kemangi
Mengunyah daun tulsi atau yang dikenal juga dengan sebutan kemangi setidaknya tiga hingga empat kali sehari dapat mengobati sariawan dengan cepat. Setelah mengunyah daun kemangi tersebut selama beberapa saat, segera minum segelas air mineral. Daun kemangi juga dianggap sebagai adaptogen atau agen anti stres. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengunyah minimal 12 lembar daun kemangi dalam sehari mampu mencegah stres yang juga menjadi penyebab timbulnya sariawan.

Madu
Madu dikenal sebagai bahan alami anti bakteri yang dapat mengobati sariawan dan mempercepat proses penyembuhan. Madu memiliki kemampuan untuk mempercepat tumbuhnya jaringan baru yang rusak akibat sariawan. Oles satu sendok madu pada bagian mulut yang terkena sariawan secara perlahan. Agar proses penyembuhannya lebih cepat, Anda dapat mencampur madu dengan kunyit. 

Buttermilk 
Buttermilk atau dadih mengandung asam laktat yang dapat mengurangi rasa sakit selama proses penyembuhan sariawan.

Chamomile
Chamomile atau kamomil mengandung bahan antiseptic alami yang sangat cocok digunakan sebagai obat kumur selama sariawan. Campur satu genggam bunga kamomil dengan satu cangkir air hangat dan gunakan untuk kumur-kumur setidaknya dua kali sehari. 

Teh
Teh, terutama teh hitam yang mengandung tannin – senyawa polifenol yang beraksi dengan protein, asam amino dan alkaloid dapat Anda gunakan untuk mengobati sariawan dengan cara mengompres bagian yang luka dengan kantong teh bekas pakai. Diamkan beberapa saat hingga kantong teh tersebut mongering dengan sendirinya. 

Daun ketumbar
Ambil satu genggam penuh daun ketumbar, cincang halus agar sari-sarinya keluar. Sari tersebut yang nantinya akan Anda oleskan pada bagian mulut yang terkena sariawan. Hal tersebut juga berlaku untuk daun jambu. 
Share:

Ahli Jelaskan Cara Cegah Kulit Kusam Saat Sedang Puasa


Menjalani ibadah puasa dalam kondisi kulit cerah bersinar menjadi idaman banyak orang, terutama kaum Hawa. Tak perlu repot, karena hanya tiga langkah yang perlu Anda lakukan.

Dokter spesialis kulit, Yunira Safitri, mengatakan minimal setelah melakukan aktivitas, terutama di luar ruangan, basuhlah wajah. Setelah itu, jangan lupa aplikasikan pelembap atau krim untuk siang hari.

"Minimal habis dari luar ruangan cuci muka. Mau beraktivitas lagi pakai kembali krim siang yang menggunakan SPF untuk mencegah bahaya sinar matahari," ujarnya di Jakarta, Kamis, 18 Mei 2017.

Kemudian, saat malam, pakailah krim kembali untuk menjaga agar wajah tetap lembap.

Kulit kusam merupakan masalah yang paling sering dikeluhkan orang dan berada di posisi kedua masalah kulit terbesar yang dialami kaum Hawa setelah jerawat.

Kondisi ini memicu flek sehingga membuat kulit tampak lebih gelap. Mereka yang kulitnya kusam juga terlihat lebih tua.

Selain menghindari polusi, sinar matahari, dan kesalahan memilih kosmetik, Anda perlu mewaspadai stres dan dehidrasi kulit yang menyebabkan kulit kusam.
Share:

Tisu Ajaib Ini Bisa Mengatasi Ejakulasi Dini


Ejakulasi dini? Tisu ajaib ini mungkin dapat membantu Anda mencapai klimaks secara perlahan.

Anda mungkin bukan satu-satunya orang yang mengalami ejakulasi dini. Setidaknya, 30 persen laki-laki di dunia ini tercatat mengalami ejakulasi dini saat bercinta dengan pasangan. 

Ejakulasi dini diartikan saat laki-laki sulit untuk menahan ejakulasi dalam waktu lama. Ternyata, ejakulasi dini memiliki dampak besar bagi si penderita maupun pasangan. Kepercayaan diri penderita tentu akan menurun karena tidak dapat bercinta dalam waktu yang lama sehingga keharmonisan dengan pasanganpun terganggu. 

Alih-alih meminum obat yang tidak Anda ketahui apa efek sampingnya, tisu yang mengandung benzocaine mungkin dapat membantu banyak laki-laki yang mengalami ejakulasi dini agar lebih tahan lama saat bercinta. 

Dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Asosiasi Urologi Amerika, penelitian terbaru mengambil contoh dari 21 orang laki-laki yang kerap mengalami ejakulasi dini. 15 orang diantaranya menggunakan tisu yang mengandung benzocaine dan enam sisanya menggunakan tisu biasa tanpa mengandung benzocaine di dalamnya. 

Benzocaine atau benzokain sendiri merupakan anastesi lokal yang berfungsi untuk menunda terjadinya ejakulasi dini pada laki-laki. Cara kerja benzocaine adalah dengan mengurangi sensitivitas ujung-ujung syaraf kepala penis. Dengan demikian, penis tidak cepat klimaks dan lebih tahan lama. 

Setelah dua bulan lamanya menggunakan tisu yang mengandung benzocaine, 15 partisipan mengaku dapat bertahan empat menit lebih lama saat bercinta dibandingkan sebelum menggunakannya (hanya bertahan dua menit). Kelima belas partisipan tersebut juga menambahkan bahwa dirinya merasa lebih percaya diri karena dapat mengontrol waktu ejakulasi. 

Seperti yang dilansir pada Journal of Sexual Medicine, rata-rata orang mengalami ejakulasi lebih dari tujuh menit saat bercinta, sementara laki-laki yang mengalami ejakulasi hanya membutuhkan waktu 1,8 hingga dua menit saja. 


Meski tisu tersebut dapat membantu penderita ejakulasi dini, namun tidak disarankan untuk menggunakannya terlalu sering.

“Benzocaine membuat vagina pasangan Anda mati rasa. Tidak menutup kemungkinan jika pasangan Anda tidak dapat menikmatinya secara maksimal karena hal tersebut.” jelas seorang penasihat seks, Debby Herbenick, Ph. D.
Share:

Selasa, 02 Mei 2017

Microsoft luncurkan Surface Laptop


Share:

Anas Minta Pelajar Selektif Pilih Informasi di Internet

"Sekali lagi saya imbau ke para pelajar, cermati sebelum menyebar informasi. Selain soal kebencian terkait sentimen politik dan bahkan kini mengarah ke SARA, ada pula hoax soal kesehatan...."
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta para pelajar di daerahnya selektif dalam memilih informasi di internet, apalagi jika kemudian menyebarkan kembali informasi tersebut.

"Saat ini, hampir semua pelajar dapat mengakses informasi melalui internet. Ada jutaan informasi di dalamnya yang bisa diakses, dan tidak semuanya baik, tidak semuanya benar, sehingga harus lebih selektif," katanya pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Anas mengatakan, jutaan informasi tersebut harus disaring oleh para pelajar guna mencari informasi yang menjadi prioritas.

"Para pelajar harus bisa menyaring mana informasi yang harus dibaca, mana yang perlu di-share untuk menyebar inspirasi dan mana informasi yang tidak perlu disebarkan karena (isinya) tidak benar," tuturnya.

Bupati berusia 43 tahun itu mengaku ngeri melihat berseliwernya informasi yang belum bisa dijamin kebenarannya di internet, terutama di media sosial. Banyak di antara informasi itu bernada provokatif, dan bahaya, cukup banyak kaum muda yang terlibat dalam dinamika tersebut.

"Banyak sekali ujaran kebencian. Dan kita tidak tahu mana yang benar. Hoax di mana-mana. Berita-berita di media diedit, di-crop lalu diganti judulnya. Elite-elite yang berbeda pilihan politik, dan itu wajar dan biasa, tapi anak-anak muda, please jangan sampai terseret ke yang negatif. Belajar politiknya tidak apa-apa, tapi jangan ikut-ikutan saling menghajar dan caci-makinya," ujar dia.

Anas khawatir "perang" hoax itu pada akhirnya membawa pelajar justru larut dalam saling perang komentar. Padahal, fungsi utama internet bagi pelajar adalah menunjang pengembangan keilmuan dan keterampilannya.

"Justru yang prioritas seperti mencari ilmu pengetahuan tersingkirkan diganti ribut saling caci di internet. Kita tidak mungkin menghalangi internet, justru kami di Banyuwangi menggenjot penggunaan internet. Tapi internet ini bisa memercikkan perseteruan, dan itu harus dihindari," ujar dia.

Untuk menyeleksi informasi yang berseliweran, Anas menginstruksikan kepada para guru untuk memberi edukasi kepada para pelajar.

Pemkab Banyuwangi, katanya, juga telah menggandeng sejumlah pihak, seperti operator telekomunikasi, untuk mengedukasi siswa tentang pemanfaatan internet secara baik.

Anas juga meminta kepada orang tua agar selalu mendampingi anak saat mereka berselancar di internet. Kalau pun tidak mendampingi secara fisik, ada dialog dengan anak terkait pemanfaatan internet.

"Sekali lagi saya imbau ke para pelajar, cermati sebelum menyebar informasi. Selain soal kebencian terkait sentimen politik dan bahkan kini mengarah ke SARA, ada pula hoax soal kesehatan. Ini juga sangat berbahaya karena terkait kesehatan orang. Saya hampir tiap pagi dapat broadcast di WhatsApp tentang penanganan kesehatan, dan tidak semuanya benar. Bisa bahaya kalau misal ada broadcast penanganan penyakit jantung, dan ternyata itu salah. Nyawa taruhannya," kata Anas.
Share: