Senin, 27 November 2017

Mendaftar Dan Mengelola Blog Driver Grabcar Kudo


Salah satu cara untuk mempromosikan suatu produk adalah secara online. Promosi online bisa juga disebut sebagai online marketing. Dalam sistem online marketing, ada beberapa media yang dapat digunakan seperti sosial media, blog pribadi, blog grup, blog orang lain, website pribadi, komunitas, atau website jual beli. Jenis pekerjaan yang mungkin dipromosikan secara online adalah driver Grabcar. Anda bisa mempromosikan diri dengan mendaftar dan mengelola blog driver Grabcar Kudo.

Mendaftar menjadi agen Kudo adalah suatu upaya memperoleh penghasilan lebih sebagai driver Grabcar. Karena Kudo yang merupakan website jual beli online terintegrasi aplikasi memiliki kecanggihan sistem teknologi dan jaringan. Jadi, agennya pun telah tersebar sampai seluruh Indonesia. Di bawah naungan PT. Kudo Teknologi Indonesia, kini mendaftar melalui www.Kudo.co.id maupun aplikasinya sebagai agen sangat mudah dilakukan.

Mengapa Anda perlu mendaftar agen Kudo dulu sebelum menjadi mitra pengemudi dan mempromosikan diri dalam sebuah blog driver Grabcar Kudo? Karena menjadi driver Grabcar melalui Kudo akan jauh lebih menguntungkan dibanding mendaftar secara mandiri langsung ke pihak Grab. Sebenarnya kedua cara ini sama – sama bisa dilakukan. Tetapi jika bisa memperoleh keuntungan lebih, mengapa Anda harus memilih keuntungan yang sedikit?

Setelah menjadi agen Kudo, baru pendaftaran sebagai driver Grabcar bisa Anda lakukan. Hal ini sangat penting karena melalui cara ini Anda bisa melakukan perekrutan terhadap teman, saudara, atau rekan yang ingin menjadi driver Grabcar atau Grabbike juga. Persyaratan menjadi driver Grabcar adalah memiliki spesifikasi mobil dan smartphone yang sesuai dengan ketentuan.

Selain persyaratan teknikal tersebut, ada juga persyaratan administratif seperti kelengkapan dokumen yang harus dilengkapi. Sebagai driver, Anda wajib memiliki SIM dan STNK. Selain itu, data pribadi yang menjelaskan bahwa Anda adalah warga negara tercatat dan tidak memiliki kasus kriminal tertentu adalah KK, KTP, SKCK, dan foto berlatar belakang warna putih.

Pengisian formulir driver Grabcar bisa dilakukan melalui tautan yang ada pada website Kudo. Setelah mengisinya, maka Anda hanya perlu menunggu panggilan untuk training. Masa training umumnya hanya sehari bagi driver atau yang lebih sering diistilahkan sebagai mitra pengemudi Grabcar maupun Grabbike. Proses training harus dilakukan untuk memverifikasi dan mengedukasi para calon driver supaya memiliki kesamaan cara dalam memperlakukan customer secara sopan dan agar para driver memahami mekanisme pekerjaan ini.

Jika sudah melalui masa training, maka selanjutnya tinggal membuka rekening bank CIMB Niaga. Seluruh proses keuangan akan dilakukan melalui bank tersebut. Selain itu, Anda juga membutuhkan top up dompet Grab yang bisa dilakukan di Alfamart. Alfamart telah bekerjasama dengan Grab dalam proses pembayaran tersebut.

Setelah memiliki rekening bank CIMB Niaga dan top up, maka Anda sudah bisa langsung online dan menarik penumpang. Sebaiknya, meskipun pekerjaan ini Anda lakukan sebagai sampingan tetapi tetaplah aktif setiap hari online dan minimal mengambil 5 transaksi. Mengapa demikian? Karena hal ini berkaitan dengan bonus harian yang dimulai dari 5 kali transaksi. Apabila kurang, lakukan promosi melalui blog pribadi atau kelompok sehingga semakin banyak konsumen yang mengenali.

Agar para agen Kudo bisa semakin bersemangat, Kudo memberikan kesempatan untuk merekrut mitra pengemudi baru sebanyak – banyaknya dengan hadiah utama 2 paket umroh masing – masing untuk sepasang dan 3 unit Honda Scoopy. Caranya cukup mudah, selama periode 4 Oktober - 31 Desember 2017 rekrut minimal 450 orang driver Grabbike maupun Grabcar dan 150 diantaranya adalah driver Grabcar. Setelah itu, Anda akan masuk nominasi yang dinilai oleh juri. Pengumumannya akan diberitahukan pada 5 Januari 2018. Lakukan promosi sebanyak – banyaknya baik dari blog driver Grabcar Kudo maupun dengan cara lain.
Share:

Selasa, 07 November 2017

Kesalahpahaman di Balik Kemudahan Sistem GTO


Selama ini kita mengenal fungsi jalan toll untuk membantu perjalanan agar lebih lancar. Jalan tol atau jalan bebas hambatan sebutannya. Kini ada kebijakan baru dalam hal pembayaran di gerbang tol, yakni menggunakan kartu e-toll. Tidak lagi menggunakan uang cash atau tunai yang banyak mengundang kegundahan.

Dengan diberlakukannya kartu elektronik dalam proses pembayaran administrasi di gerbang tol menjadi lebih mudah. Anti macet, anti antri, anti menunggu uang kembalian, dan anti mendapat uang palsu. Selain itu, pengguna jalan tol tidak mengalami badmood lagi karena kemacetan saat masuk gerbang toll. Perjalanan menjadi lancar jaya dan bisa segera sampai ke tempat tujuan.

Namun pada praktiknya ada kesalahpahaman mendasar yang menjadi boomerang jika tidak segera diluruskan. Kesalahpahaman ini berasal dari konsep dari sistem GTO yang menaungi kartu elektronik terbaru jalan tol. Dimana banyak yang berpendapat bahwa sistem kebijakan ini berasal dari ide PT. Jasa Marga, sebagai perusahaan yang paling berpengaruh bagi keamanan dan keseimbangan perawatan jalan raya di Indonesia.

Padahal PT. Jasa Marga tidak mengurusi semua jalan tol yang ada di Indonesia. PT. Jasa Marga adalah hanya salah satu vendor operator jalan seperti yang lainnya (disebut dengan istilah Top of Mind).

Berikut adalah hal-hal yang harus diluruskan terkait kebijakan e-toll tersebut :
  • Pemberlakukan kartu elektronik jalan tol dimulai tanggal 31 Oktober 2017 adalah benar, namun keputusan ini bukanlah dari pihak PT. Jasa Marga, melainkan dari BI.
  • Sistem Gerbang Tol Online ini adalah rencana kerja dari GNTT (Gerakan Nasional Non Tunai)  BI bukan dari PT. Jasa Marga.
  • Di sini, posisi dari PT. Jasa Marga bukanlah sebagai pemilik Program Gerbang Tol Online, melainkan hanya sebagai pelaksana.
  • Keuntungan dari adanya sistem baru jalan tol ini tidak untuk PT. Jasa Marga, melainkan untuk para pengguna jalan tol dan si penyelenggara sendiri, yakni BI.

Itulah hal-hal yang perlu diluruskan dalam pelaksanaan sistem baru jalan tol yang menggunakan kartu e-toll. Bukan hal yang sepele lagi jika terus berlangsung, justru akan kacau balau, karena akan berkembang menjadi mindset masyarakat Indonesia. Sehingga saat ada masalah pada sistem ini suatu hari nanti malah akan berakibat fatal pada nama baik PT. Jasa Marga.

Hal seperti ini dapat terjadi karena BI sendiri langsung memberlakukan kebijakan tanpa adanya sosialisasi yang matang terhadap masyarakat. Alhasil kebijakan kartu e-toll ini selalu dikaitkan dengan PT. Jasa Marga. Jadi sekarang tugas BI bertambah, yakni selain harus terus meningkatkan kualitas sistem layanan e-toll, kini BI juga harus gencar mensosialisasikan bahwa kebijakan kartu e-toll adalah kebijakan yang dicetuskan oleh BI, bukan PT. Jasa Marga.

Share: